Temper Tantrum
Nam,
21 bulan.
Ingat ngga waktu Nam disapih? Ngga lama setelah itu Nam demam
dan alergi (baca ceritanya di sini). Nah, setelah Nam
mulai pulih dari demam pertama setelah disapih itu pertama kalinya juga
Nam Temper Tantrum!
Sebelum lanjut, kenali dulu apa itu Temper tantrum.
Temper Tantrum adalah suatu kondisi emosional yang umum dialami oleh
anak-anak usia 1-4 tahun, terjadi pada anak-anak yang belum mampu menggunakan
kata-kata untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka akibat tidak terpenuhinya
keinginan mereka, atau hanya sekedar ingin untuk mendapatkan perhatian dari
orang tuanya saja. Penyebab di antaranya adalah indikator masalah
keluarga: Disiplin yang tidak konsisten, mengkritik terlalu banyak, orang tua
yang terlalu protektif atau lalai, anak-anak yang tidak memiliki cukup cinta
dan perhatian dari orang tua mereka, masalah dengan pernikahan, gangguan bermain,
baik untuk masalah emosional orang tua, bertemu dengan orang asing, persaingan
dengan saudaranya, memiliki masalah dengan bicara, dan penyakit atau sakit.
Setelah baca-baca artikel dan beberapa cerita di blog juga,
ternyata memang banyak anak yang setelah sakit jadi mudah rewel dan manja. Pas
banget Nam baru mulai pulih dari sakit. Jadi asumsi Bunda Yanda ya karena itu,
mungkin badannya emang masih belum enak, jadi maunya nempel dan maunya apa-apa
diturutin. Untuk Tantrum Nam yang pertama kali ini hanya
karena Yanda pergi solat Jumat! Nam
nangis kejer sampai lebih dari setengah jam. Awalnya ngga bisa mengungkapkan
keinginannya, tapi diajak ngomong sama Bunda dan ternyata Nam nyariin bapaknya.
Minta keluar rumah untuk nyusulin Yanda. Nangis minta gendong Bunda, tapi
setelah digendong minta turun sampe buang badan (tenaganya kuat banget!).
Meronta-ronta sampe badan melengkung atau dikakuin. Akhirnya saat udah mulai
tenang Bunda bersih-bersihin Nam karena lengket banget! Nangisnya udah kayak
olahraga. Setelah ganti baju akhirnya Nam digendong Bunda (masih sambil nangis)
sambil dibacain ayat kursi dan lama-lama Nam capek dan ketiduran.
Tapi ternyataa tantrum Nam ngga berlangsung sekali saja, sekitar
3-4 harian Nam masih rewel dan juga susah makan! Padahal baru banget naik berat
badan, eh jadi turun lagi deh :(
Menurut Children's Hospital of Philadelphia, berikut ini adalah
petunjuk yang paling tepat dan bermanfaat tentang cara mengatasi temper
tantrum:
- Tetap tenang.
- Terus lakukan kegiatan anda. Abaikan anak sampai dia lebih tenang dan tunjukkan aturan yang sudah disepakati bersama.
- Jangan memukul anak Anda sebaliknya,mendekapnya dalam pelukan sampai ia tenang.
- Cobalah untuk menemukan alasan kemarahan anak Anda.
- Jangan menyerah pada kemarahan anak. Ketika orang tua menyerah, anak-anak belajar untuk menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.
- Jangan membujuk anak Anda dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Anak akan belajar untuk mendapatkan imbalan. Arahkan perhatian anak pada sesuatu yang lain.
- Singkirkan benda-benda yang berpotensi berbahaya dari anak Anda.
- Berikan pujian dan penghargaan perilaku bila tantrum telah selesai.
- Tetap jaga komunikasi terbuka dengan anak Anda.
Kesimpulannya, temper
tantrum bukanlah suatu penyakit berbahaya, namun jika orang tua membiarkannya
berlarut-larut dan tidak pernah memberikan solusi yang benar kepada anak, maka
perkembangan emosional anak dapat terganggu. Akhirnya ngerasain juga anak Tantrum. Yang penting sebanagi orang tua kita harus
sabar dan bisa mengendalikan emosi diri sendiri dan anak-anak kita. Semangat
dan jangan ikutan Tantrum ya Ibu-Ibu ☺.
Comments
Post a Comment