Tongue & Lip Tie

Namira, Newborn (3 Minggu)

Seperti yg sudah diceritakan sebelumnya mengenai Mengejar Berat Badan, awalnya berat badan (BB) Nam itu kurang. Saat Nam usia 2 minggu BB belum balik ke BB lahir dan Nam kl nenen lamaaaa banget! Bisa sampai 4 jam-an. Udh gitu pas nenen udh ketiduran, eh ditaro kasur kebangun, ditaro kasur kebangun.. Sampe Bunda Yanda begadang. Sampai suatu malam Yanda capek dan ngga tega sama Bunda dan juga takut Nam tidurnya ngga cukup, akhirnya kita memutuskan konsul ke laktasi.

Bingung pilih-pilih klinik laktasi mana yang bagus, akhirnya kita pilih yg langsung bisa konsul aja, soalnya yg bagus itu jauh dan jam praktiknya ngga fleksibel. Hari itu juga akhirnya kita berangkat ke rumah sakit di daerah Cinere. Setelah konsul dan dicek Konselor laktasi, Nam diincisi tongue tie dan juga lip tienya. Saat itu juga operasi pemotongan dilakukan. Rasanya gmn ya? Sakit yang pasti ya.. Bunda aja ngga mau lihat soalnya ngga tega ada darah dari mulut Nam. Tapi Alhamdulillah, setelah dilakukan tindakan Nam langsung disusui Bunda dan lukanya langsung kering berkat ASI yang diminum langsung dari Bunda. Masya Allah.. 


Medela Supplemental Nursing System (SNS)
Konselor mengajari Bunda posisi menyusui yang baik karena yang paling penting adalah posisi pelekatan dalam menyusui. Bunda juga diajarkan senam lidah untuk Nam yang memang harus dilakukan pasca frenotomy. Senam lidah harus dilakukan selama 3 minggu dan 5x sehari. Selain itu, Bunda disarankan menyusui Nam dengan bantuan selang SNS (merk Medela). Apa itu?? Lihat foto di sebelah ya.. Buat apa sih? Biar ngga BINGUNG PUTING kalau kata Konselornya mah.. Jadi selain biar Nam bisa lebih lancar menyusu dan pelekatannya, Nam ditambah sufor/ASIP melalui selang SNS ini. Cara pakainya bisa lihat di sini ya. Ngga lama sebenarnya pakai selang ini, karena Bunda kerepotan juga pakainya, yang ada malah bikin stres dan ASI ngadat! Akhirnya lanjut aja lah pakai botol susu, ngga usah takut bingung puting. Bismillah aja..

Setelah beberapa minggu, Bunda dan Yanda benar-benar bersyukur karena terlihat perubahan yang signifikan; Alhamdulillah Nam nenennya makin pintar, durasinya tidak pernah lama sekali, dan yang terpenting adalah berat badan Nam berangsur naik. Begadang-begadang pun juga sudah mulai berkurang!

Tongue tie adalah suatu kondisi ketika dasar lidah melekat pada dasar mulut melalui frenulum (tali lidah) yang tebal, kencang, atau pendek, yang menyebabkan gerakan lidah menjadi terbatas. Sementara lip tie adalah kondisi ketika bagian dalam bibir melekat pada gusi. Hal ini menyebabkan terbatasnya pergerakan lidah dan mulut, dan berdampak kepada cara makan, menelan, berbicara, bahkan menyusui.

Comments

Popular posts from this blog

Efek Karena Mau Punya Adik ataukah Indigo??

Namira Lulus Potty Training