Tongue & Lip Tie
Seperti yg sudah diceritakan sebelumnya mengenai Mengejar
Berat Badan, awalnya berat badan (BB) Nam itu kurang.
Saat Nam usia 2 minggu BB belum balik ke BB lahir dan Nam kl nenen lamaaaa
banget! Bisa sampai 4 jam-an. Udh gitu pas nenen udh ketiduran, eh ditaro kasur
kebangun, ditaro kasur kebangun.. Sampe Bunda Yanda begadang. Sampai suatu
malam Yanda capek dan ngga tega sama Bunda dan juga takut Nam tidurnya ngga cukup,
akhirnya kita memutuskan konsul ke laktasi.
Bingung pilih-pilih klinik laktasi mana yang bagus, akhirnya kita pilih yg langsung bisa konsul aja, soalnya yg bagus itu jauh dan jam praktiknya ngga fleksibel. Hari itu juga akhirnya kita berangkat ke rumah sakit di daerah Cinere. Setelah konsul dan dicek Konselor laktasi, Nam diincisi tongue tie dan juga lip tienya. Saat itu juga operasi pemotongan dilakukan. Rasanya gmn ya? Sakit yang pasti ya.. Bunda aja ngga mau lihat soalnya ngga tega ada darah dari mulut Nam. Tapi Alhamdulillah, setelah dilakukan tindakan Nam langsung disusui Bunda dan lukanya langsung kering berkat ASI yang diminum langsung dari Bunda. Masya Allah..
![]() |
| Medela Supplemental Nursing System (SNS) |
Setelah beberapa minggu, Bunda dan Yanda benar-benar bersyukur karena terlihat perubahan yang signifikan; Alhamdulillah Nam nenennya makin pintar, durasinya tidak pernah lama sekali, dan yang terpenting adalah berat badan Nam berangsur naik. Begadang-begadang pun juga sudah mulai berkurang!
Tongue tie adalah suatu kondisi ketika dasar lidah melekat
pada dasar mulut melalui frenulum (tali lidah) yang tebal, kencang, atau
pendek, yang menyebabkan gerakan lidah menjadi terbatas. Sementara lip tie adalah kondisi ketika bagian
dalam bibir melekat pada gusi. Hal ini menyebabkan terbatasnya pergerakan lidah
dan mulut, dan berdampak kepada cara makan, menelan, berbicara, bahkan menyusui.

Comments
Post a Comment