Co-Sleeping


Namira, 24 Bulan

Setelah (hampir) 2 tahun(an) lamanya... kita tidur di kasur bertiga. Badan pegel-pegel. Tidur cuma bisa satu sisi, ngga bisa banyak gerak karena ada bayi di tengah-tengah kita. Rasanya butuh pijet tiap hari! Ditambah lagi Namira tidur udah super berantakan. Kaki di pipi Bunda/kepala maunya nempel ke kepala Yanda dan posisi-posisi akrobatik lainnya..

“Lagian kenapa ga di crib aja sih Nam tidurnya?”

Udah dicoba sih, udah beli kok. Pas newborn awal sih bisa, tapi ternyata Nam harus ngejar berat badan dari umur 1 bulan dan di"harus”kan co-sleeping, yaitu bayi tidur bersebelahan dengan sang ibu. Kenapa?? Biar nyusunya enak. Baca cerita Nam Mengejar Berat Badan dan Tongue Tie & Lip Tie. Awalnya sih takut juga karena penyebab utama sindrom kematian mendadak pada bayi atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) adalah bayi tidur bersama orang dewasa di tempat tidur yang sama. Tapi lama kelamaan berujung KETERUSAN. Pernah dulu coba beberapa kali pindahin Nam ke cribnya. Tapi Nam selalu kebangun, nangis dan bahkan marah-marah. Bunda juga sempat coba co-sleeping dengan kondisi nyusuin di dalam crib! Tapi yaa gituu, karena capek bolak-balik dan Nam malah kebangun terus akhirnya nyerah deh, tidur bertiga lagi dan crib dilipet.

Ref. Pinterest
Nahhh, karena udah keterusan dan Nam sekarang udah ngga ASI juga, sebenarnya kan udah ngga perlu co-sleeping gini yaa. Tapi kondisi rumah juga mengharuskan Nam tidur sekamar sama Bunda Yanda. Jadi Bunda cari-cari referensi di Pinterest dengan kata kunci “Co-sleeping Ideas.” OK lah modelan kayak gini (lihat foto). Pas juga buat di rumah baru, suasana kamar yang baru jadi adaptasinya bisa lebih mudah. Mudah-mudahan Nam betah dan bisa tidur di kasurnya sendiri.
Pagar crib dibuka satu dan menempel dengan kasur besar. Alhamdulillah tingginya pas banget ngga perlu ganti matras atau naikin/turunin posisi dipan di cribnya. Untuk bumper juga dipasang lagi karena pasti Nam tidurnya muter-muter, jadi biar aman dan ngga sakit kalau kejeduk.






Tips & Trik "Pemisahan" Tidur Anak a la Bunda/Yanda Nam:
  •   Tembok bagian kasur Nam sengaja dicat beda dan digambar (kalau kita pakai tema awan),
  •   Lampu tidur setema dengan gambar di tembok,
  •   Kasih boneka/mainan kesayangan untuk nemenin tidur (untuk Nam berlaku di awal adaptasi aja),
  •   Rak buku untuk dongeng dipasang dekat dengan kasurnya (alasannya biar Nam tahu bagian kasur dia ya bagian dia),
  •   Berulang-ulang bilang “Wih tempat tidur Nam enak banget, ada awannya! Nam bobo sini ya..“ dan semacamnya,
  •   Coba-coba pakein Nam baju tidur yang satu tema dengan kamar (untung punya baju gambar awan, makasih Ami Digo),
  • Buat suasana tidur yang menyenangkan..

Setelah 3 hari adaptasi, akhirnya Nam tahu posisi tidurnya dan senang banget tidur di kasurnya sendiri! Ya Allah sekarang Bunda Yanda tidurnya udh legaaaa (dan yang terpenting ngga ditendang-tendang lagi!) Semoga nanti (kalau) Bunda hamil/Nam punya adik, Nam bisa mandiri pelan-pelan pisah kamar ya.

Crib: @equifurniture
Bumper & Matras: @helloilmare
Lampu dinding: IKEA DRÖMSYN Rp 99.900
Rak buku: Informa
Gambar awan: Bunda gambar sendiri pake cat tembok.

Comments

Popular posts from this blog

Efek Karena Mau Punya Adik ataukah Indigo??

Namira Lulus Potty Training