Lebih Lanjut Tentang Hiperbilirubin

Nail, Newborn (1 minggu - 40 hari)

Mumpung lagi lengang aku pingin cerita lebih lanjut tentang bayi kuning. Udah punya anak dua. Dua-duanya sempat kuning. Tapi, ceritanya berbeda. Nail kuning, sama kayak Namira dulu, pernah kuning dan udah sempat fototerapi alias disinar. Kalau dulu pas tau Namira kuning, hati hancur berkeping-keping. Kali ini Alhamdulillah udh bisa lebih tenang walaupun kasusnya beda sama Namira.

Dulu, Namira kuning ternyata karena menyusunya belum pintar DAN ada tongue tie dan lip tie (yang baru disadari saat Nam usia sebulan). Ceritanya bisa baca di sini dan di sini ya..

Tongue tie atau ankyloglossia merupakan sebuah kondisi di mana terdapat selaput atau frenulum di bawah lidah yang mengganggu pergerakan. Sementara lip tie adalah selaput atau frenulum yang terdapat di bawah bibir rahang atas maupun di atas bibir rahang bawah yang mengganggu pergerakan bibir. (Sumber: Kumparan

Nah, kemarin waktu lahiran Nail, ternyata aku dapat visite dokter/konsultan laktasi (gak kayak di RS tempat Nam lahir), payudaraku, ASI, posisi menyusui, pelekatan/latch (posisi mulut bayi saat menyusui) semua dicek.

Jadi memang tugas konsultan laktasi itu melatih ibu untuk menyusui bayinya dan dapat membantu, meyakinkan dan mendampingi para ibu saat proses menyusui. Mereka jg dapat mengajarkan posisi menyusui yang tepat dan cara meningkatkan produksi air susu ibu (ASI), cara memerah dan menyimpan ASI perah, pijat laktasi. Mereka juga akan membantu permasalahan yang sering dihadapi ibu menyusui; puting yang luka, masalah kemampuan bayi menyusu, berkurangnya berat badan bayi, ASI yang terlambat keluar, payudara bengkak, mastitis, bayi dengan gangguan kondisi kesehatan tertentu seperti sumbing, lip tie/tongue tie.

Nah terus waktu visite itu aku ceritalah waktu Namira dulu sempat kuning dan fototerapi 48 jam karena waktu balik kontrol dokter bilirubinnya Namira naik jadi 18. Setelah cerita panjang perjalanan menyusui Nam waktu dulu, yang ternyata akhirnya diketahui Nam ada tongue tie dan lip tie. Jadi diceklah mulutnya si Nail. Nah pas bgt Nail tiba-tiba nangis dan langsung kelihatan mulutnya, otomatis juga kelihatan lidahnya. Eeeh, taunya tongue tie juga dia, frenulumnya panjang bgt! Terus gimanaaah? Insisi lagi dong L

Waktu lahiran Nail itu kita nginep di RS cuma 2 hari, setelah ada hasil lab bilirubin Nail, kata dokter kita bisa pulang. Hasil keluar sekitar jam 12, bilirubin Nail 11 dan kata dokter anak aman kok, jadi kita boleh pulang. Setelah itu kita langsung ke klinik laktasi untuk frenotomy, pemotongan/insisi frenulum. Kenapa? Karena antisipasi biar aku gak capek kayak Nam dulu, nyusu berjam-jam, setiap ditaro di kasur dia bangun dan nangis terus cari susu (fyi, durasi normal menyusui itu 15-30 menit). Selain mikirin ibunya, ya jaga-jaga juga biar Nail gak kuning kekurangan ASI karena nyusunya keganggu sama frenulum itu. Daripada pulang-pulang malah“baby blues”, tegain lah potong frenulum si bayik. Toh habis dipotong langsung susuin juga langsung sembuh.

Akhirnya kita pulang lah..

Dua hari kemudian, saat balik kontrol ke dokter anak, aku dan Ajie “ngontrol” banget bilirubinnya Nail. Karena 11 itu sebenarnya sudah mepet dari batas tertinggi bilirubin (tertinggi: 12). Konsul lah sama DSAnya, katanya masih gpp ini mah gak kuning-kuning amat. Tapi ya namanya orangtua feelingnya lebih kenceng daripada dokter yang sesekali lihat anak kita. Akhirnya kita minta surat pengantar lab. Kenapa? Karena kita orangtua yang gak mau anaknya kenapa-kenapa. Sekali lagi, antisipasi.

Setelah dapat rujukan lab, langsung lah Nail diambil darahnya lagi. Tega gak tega, lebih baik ambil darah skrg drpd nanti malah ada “sakit yg lain”. Ditusuklah tumit Nail untuk ke dua kalinya. Hasil lab keluar sejam kemudian, kebetulan suster yg ambil hasilnya dan minta kita ke ruangan DSA lagi. Nah... bener aja ternyata bilirubinnya naik jadi 18. Percis Namira 3 tahun yang lalu. Malam itu juga Nail langsung fototerapi di ruangan NCU. Aku, Ajie dan Namira juga ikut nginep di RS hanya untuk mempermudah “nyusuin” Nail. Iya, buka kamar kayak di hotel cuma buat tidur, mompa ASI dan tiap 2 jam anter ASIP ke ruang NCU.

Setelah 24 jam, alhamdulillah kadar bilirubin sudah turun jadi 12. Kata dokter 12 sudah aman karena sebenarnya seiring bertambahnya hari, kadar bilirubin bayi sudah berbeda lagi standarnya. Untuk bayi usia 5 hari kadar bilirubin tertingginya 15. Jadi kita semua pulang. Pesan dokter dan bidan yang pasti HARUS KENCENGIN ASI dan JEMUR Nail tiap jam 8-9 pagi selama 30 menit.

Empat hari kemudian kita balik kontrol DSA lagi untuk kontrol bilirubin dan berat badan (BB). Sekali lagi... cek lab ambil darah tembak tumit. Pengen nangis, tapi yaa... Alhamdulillah hasilnya bilirubin 10,5. Semakin turun walaupun turunnya agak lambat. Berat badan gimana?? Kenaikan berat badan Nail ternyata KURANG sodara-sodara, seharusnya kenaikan BB bayi sebulan itu naik minimal 800gr dari berat lahirnya. Sedangkan Nail hanya naik 560gr. Hadeeeh ada lagi PRnya yaah ternyata.. Pesan DSA susuin terus, terus dan terus! Jemur juga tetap dilanjutkan karena memang dengan angka bilirubinnya Nail itu dia masih kuning. Kelihatan di badannya yg masih kemerahan dan kuning kalau kulitnya dipencet, matanya juga jelas bgt masih kuning.

Awalnya, kita kira Nail kuning karena golongan darah dia dan aku berbeda. Tapi setelah cek lab bilirubin yang terakhir, waktu itu kita ceknya langsung yang bilirubin lengkap jadi hasil labnya ada direk dan indirek. Hasilnya direk 0.7 (acuan 0-1.5), indirek 9.8* (acuan 2-8.5). Ternyata tinggi di indirek yang artinya GAPAPAH sodaraaah. Kalau yang tinggi direknya berarti malah ada apa-apa sama fungsi hatinya, kalau indirek tinggi (seperti Nail) berarti ada yang “salah” di luar dari badan dia dan dokter bilang Nail ini breastmilk jaundice. Waduh.. apa lagi tuh??

Mengutip doktersehat.com 

Kondisi bilirubin tinggi pada bayi baru lahir berpotensi menjadi masalah serius. Kondisi ini akan menyababkan bayi menjadi kuning dan disebut dengan ikterus bayi. Beberapa penyabab dari ikterus bayi atau neonatal jaundice adalah sebagai berikut:

1.    Hiperbilirubinemia fisiologis, merupakan kondisi yang paling umum. Penyebabnya adalah karena fungsi hati yang belum sempurna atau karena proses pemecahan sel darah merah yang lebih cepat pada bayi. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya.
2.    Breast feeding jaundice, kondisi yang disebabkan karena asupan ASI yang kurang selama masa awal kelahiran.
3.    Breast milk jaundice, kondisi ini disebabkan adanya zat tertentu dalam ASI yang menyerap lebih banyak bilirubin kembali ke dalam tubuh.
4.    Ketidakcocokan golongan darah, terjadi bila golongan ibu dan anak berbeda dan terjadi pecampuran darah antara ibu dan bayi selama di kandungan. Kondisi ini bisa memberikan efek pada 24 jam pertama bayi dilahirkan sehingga harus segera ditangani.

Aman, aman.. Alhamdulillah.. Sehat sehat sehat!


Jemur setiap pagi
Jemur sambil minum ASIP

Selama minggu-minggu awal, di rumah aku rajin mompa ASI waktu Nail tidur dan aku susuin dia terus selama dia minta. Setiap Nail jemur pagi juga sambil minum ASIP di botol. Jejelin aja lah pokoknya. Hahaha yang penting BB naik, anak sehat, tumbuh sesuai grafik. Alhamdulillah kurang dari 3 minggu BB Nail naiknya cepat dan on track sesuai grafik. Untuk kuningnya.. yaa berangsur berkurang, yang kelihatan banget dari matanya. Setelah 40 hari mata Nail sudah bersih dari kuning, sudah putih walaupun badannya masih kelihatan “gosong” atau masih kayak bayi merah. Atau ya emang kulitnya seperti itu, agak gelap yaa wong bapaknya juga gak putih sih ya. :D
Untuk yang ingin baca lebih lengkap dan jelas tentang bayi kuning bisa mampir ke link ini yaa



Comments

Popular posts from this blog

Efek Karena Mau Punya Adik ataukah Indigo??

Namira Lulus Potty Training